Pakaian Adat Suku Betawi

Pakaian Adat Betawi – Betawi adalah salah satu suku yang memiliki cerita banyak dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Sejak zaman penjajahan Belanda ratusan tahun lalu, suku betawi sudah menampakan eksistensinya dan mulai berkembang sejak saat itu.

Oleh karena itu, bicara kehidupan suku Betawi akan sangat erat kaitannya dengan bangsa lain yang sempat menduduki Indonesia seperti Belanda, Portugis bahkan pedagang dari Arab dan Tiongkok.

Masuknya bangsa lain di tanah Betawi mau tidak mau membuat masyarakat asli suku Betawi hidup berdampingan. Terlebih Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia menjadi tempat pertama bagi semua orang asing yang masuk ke Indonesia.

Segala aspek kehidupan suku betawi kala itu banyak mendapat pengaruh dari orang-orang asing yang sempat menetap di Jakarta.Mulai dari kehidupan sosial, tata kelola kota hingga kebudayaan.

Hal ini ditambah dengan perkawinan silang dengan suku-suku hingga bangsa lain yang pada akhirnya memberi pengaruh terhadap kebudayaan Betawi itu sendiri.

Salah satu kebudayaan yang terlihat jelas proses akulturasinya adalah pakaian adat Suku Betawi. Sentuhan beberapa budaya yang masuk justru membuat budaya baru yang menjadi khas Betawi.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut kita simak penjelasan tentang pakaian adat Betawi beserta gambar dan keterangannya:

Pakaian Adat Betawi untuk Pria

Dalam pembahasan kali ini, kita mulai dari Pakaian Adat Betawi untuk pria terlebih dahulu dengan segala jenisnya mulai dari baju sehari-hari sampai baju pengantin beserta penjelasannya.

1. Celana Batik

celana batik betawi

Celana batik khas Betawi atau yang lebih dikenal juga dengan nama celana Boim. Dengan corak yang sederhana dan berwarna coklat, celana batik ini sangat identik dengan abang (sebutan pria) Jakarta.

Celana batik dibuat panjang di bawah lutut dan memakai karet kolor di bagian pinggangnya. Celana batik ini menjadi paduan yang pas dengan baju sadariah untuk melengkapi setelan pakaian adat betawi untuk pria.

2. Baju Koko Sadariah

baju koko sadariah

Baju adat Betawi yang satu ini persis dengan baju koko pada umumnya namun hanya putih polos, tidak bercorak apapun. Baju ini memiliki filosofi yang cukup menarik, yaitu sebagai identitas lelaki rendah hati, sopan, dinamis dan berwibawa.

Baju Koko ini memiliki kerah shanghai, dan memiliki dua kantong di kedua sisi bagian bawah. Pakaian adat ini juga disebut masyarakat sebagai baju sadariah dan baju tikim.

3. Selendang / Sarung

selendang betawi

Pakaian adat Betawi untuk pria tidak akan lengkap tanpa atribut yang satu ini; Selendang. Selendang yang digunakan jelas memiliki perbedaan dengan selendang wanita. Selendang ini terbuat dari kain batik atau sarung yang dilipat kecil dan memanjang.

Atribut ini akan dikalungkan untuk melengkapi tampilan pakaian adat khusus pria.

4. Kopiah/Peci

Kopiah adalah penutup kepala yang dipakai oleh pemeluk Agama Islam dalam menjalankan Ibadah. Kebiasaan ini terbawa di kebudayaan Betawi. Masyarakat betawi menggunakan Kopiah atau peci dalam pakaian adat mereka.

Kopiah yang dipakai berbahan beludru dan tidak memiliki perbedaan sama sekali dengan kopiah pada umumnya. Uniknya, kopiah khas Betawi ini biasanya bukan berwarna hitam melainkan berwarna merah.

5. Baju Adat Pengantin Pria

dandanan care haji

Pada momen sakral seperti pernikahan, masyarakat betawi juga memiliki pakaian adat mereka tersendiri. Khusus untuk pengantin pria, pakaian adatnya diberi nama Dandanan Care Haji.

Dinamakan demikian karena baju adat pengantin pria suku Betawi adalah hasil dari akulturasi beberapa kebudayaan seperti Arab, Tiongkok, dan jua budaya dari Melayu.

Pakaian ini terdiri dari atasan jubah panjang berbahan beludru dan juga penutup kepala bulat berwarna merah. Penutup kepala ini berbentuk seperti sorban yang biasa masyarakat betawi sebut sebagai Alpie.

Pria Betawi juga akan mengenakan selendang bermotif benang emas dan manik-manik berwarna cerah sebagai pelengkap baju pernikahan.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Tengah


Pakaian Adat Betawi untuk Wanita

Nah, sekarang kita beralih ke pakaian adat Betawi untuk wanita. Sama seperti baju adat untuk pria, pada baju adat Betawi untuk wanita juga ada beberapa jenis dengan atributnya masing-masing. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Baju Kurung

baju kurung betawi

Baju kurung adalah baju adat betawi untuk wanita yang biasa dipakai sehari-hari oleh wanita asli betawi. Baju kurung ini berjenis baju lengan pendek dan memiliki warna yang mencolok mata.

Baju ini juga dilengkapi saku di bagian depan untuk memudahkan wanita betawi dalam menjalani aktivitas.

2. Kain Sarung Batik Betawi

kain batik betawi

Kain batik ini dipakai oleh kaum wanita sebagai bawahan dari pakaian adat betawi yang mereka kenakan. Batik khas Betawi biasanya memiliki warna yang cerah dengan motif geometri yang jelas.

Yang membuat None betawi terlihat lebih cantik adalah perpaduan warna kain batik yang selalu selaras dengan pakaian adat betawi yang mereka gunakan.

3. Kerudung

kerudung khas betawi

Wanita betawi menggunakan kerudung untuk melengkapi penampilan mereka. Kerudung yang dipakai berupa selendang yang dipakai menutupi kepala.

Cara pemakaiannya bermacam-macam, tetapi biasanya mereka akan menutupi bagian kepalanya dan menyilangkannya di daerah leher.

Sama seperti kain, kerudung yang digunakan selalu memiliki warna yang selaras dengan baju yang dipakai.

4. Baju Adat Pengantin Wanita

dandanan none care cine

Pakaian adat Betawi untuk pengantin wanita disebut juga dengan Dandanan Care None Pengantin Cine. Pakaian ini berupa blus bergaya Tiongkok dan berbahan satin yang memiliki warna cerah.

Atasan blus yang anggun ini akan dipadukan dengan Kun; bawahan rok panjang yang bermodel duyung.

Untuk melengkapi penampilan mereka, di bagian kepala dipakaikan kembang goyang bermotif burung hong dengan sanggul palsu serta menggunakan cadar.

Sanggul wanita betawi juga dihias dengan bunga melati yang dibentuk sisir dan ronje. Pengantin wanita betawi juga menggunakan kalung lebar, gelang listring, dan manik-manik yang dikalungkan di dada.

Sebagai alas kaki, wanita betawi menggunakan selop bermodel perahu.

Sama seperti baju pengantin untuk pria, nuansa akulturasi kebudayaan juga sangat terasa pada baju adat Betawi untuk pengantin wanita.

Cadar (syangko), baju bermodel enim disertai rok panjang yang digunakan sangat bernuansa kebudayaan Tiongkok. Di sisi lain, alas kaki yang digunakan terinspirasi dari kebudayaan Arab.

Leave a Comment