Pakaian Adat Maluku

Pakaian adat Maluku – Provinsi Maluku terletak di Indonesia bagian timur yang langsung berbatasan dengan Papua Barat, Laut Aru dan Nusa Tenggara Timur. Provinsi ini didominasi oleh ras melanesia pasifik yang masih berkerabat dengan beberapa bangsa yang ada di Samudera Pasifik.

Seperti yang kita ketahui Maluku adalah salah satu provinsi dengan label tertua yang ada di Indonesia. Bahkan, dalam catatan batu yang ditemukan di Persia, Mesopotamia dan Mesir sudah mengisyaratkan kehadiran tanah Maluku yang sangat kaya akan rempah-rempahnya ini.

Tanah subur Maluku berlanjut dengan kekayaan alam yang terus ditemukan berupa tambang emas, perak, logam, kuarsa hingga minyak bumi. Dengan segala kekayaan alamnya tidak heran Bangsa Eropa rela berperang untuk mendapatkan wilayah ini.

Tidak hanya kekayaan alamnya saja yang melimpah, namun Maluku juga sangat kaya akan kebudayaan dan adat istiadatnya. Layaknya kebudayaan lainnya di Indonesia Timur, Provinsi Maluku memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap kebudayaan yang mereka punya.

Salah satu yang menarik dibahas adalah pakaian adatnya. Pakaian adat Maluku memiliki filosofi dan kegunaan yang beragam. Meskipun mendapat pengaruh dari bangsa asing, baju adat Maluku tidak kehilangan jati dirinya sebagai identitas masyarakat Maluku.

Untuk itu, langsung saja kita bahas satu per satu pakaian adat maluku berikut ini:

Pakaian Adat Maluku – Baju Cele

pakaian adat maluku
Sumber: Tahuribabunyi.com

Baju Cele adalah baju adat Maluku yang biasa dipakai pada upacara pelantikan raja, acara cuci negeri, dan upacara panas pela. Pakaian ini berwarna merah dan memiliki corak yang khas berwarna keemasan.

Baju Cele yang digunakan oleh laki-laki Maluku terdiri dari pakaian serupa jas berwarna merah berpadu dengan kemeja putih. Sebagai bawahannya, kaum laki-laki akan mengenakan celana panjang formal berwarna senada dengan Baju Cele.

Sebagai alas kaki, sepatu pantofel dipilih untuk memberi kesan yang lebih elegan.

Sedangkan untuk wanita, Baju Cele akan dipadukan dengan kain tenun Maluku ataupun kebaya sebagai sebuah ciri pakaian wanita adat Indonesia. Pakaian adat ini juga akan ditambah beberapa aksesoris khusus bagi perempuan Maluku.

Aksesoris pelengkap Baju Cele

Konde

Di bagian kepala, perempuan maluku menggunakan konde yang disebut dengan nama Haspel. Konde ini berbentuk seperti konde pada umumnya, namun berwarna dominan emas atau perak.

Kak Kuping

Hiasan konde ini berjumlah 4 buah yang diletakkan di bagian kepala perempuan. Kak kuping berbentuk seperti bunga.

Bunga Ron

Bunga Ron adalah hiasan kepala pelengkap konde yang serupa dengan Kak Kuping. Hiasan ini dibuat dari gabus lalu dikaitkan di daerah sekitar konde.

Kain Lenso

Kain ini adalah sapu tangan yang ditempel di pundak wanita maluku saat menggunakan pakaian adat. Penggunaan Kain Lenso bisa jadi merupakan hasil dari perpaduan budaya Maluku yang terpengaruh dengan kebiasaan perempuan Belanda yang selalu melengkapi diri dengan sapu tangan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Baju Cale sebagai pakaian adat Maluku mendapat beberapa pengaruh dari Budaya Eropa yang dahulu lama menetap di sana. Penggunaan pantofel dan Kain lenso adalah contoh hasil dari perpaduan budaya Maluku dengan kebiasaan Eropa.

Namun demikian, Baju Cele tetap menjadi identitas bagi daerah Maluku dengan segala filosofi dan adat istiadat yang dipegang erat.

Kebaya Putih Tangan Panjang

Seperti namanya, Pakaian ini berwarna putih dan terbuat dari bahan brokat. Pada Zaman dahulu pakaian ini biasa dikenakan oleh wanita dari kalangan tertentu seperti guru, wanita kerajaan, atau para bangsawan. Untuk menambah nilai estetika, pada pakaian ini dilengkapi dengan beberapa macam aksesoris.


Baju Nona Rok

Baju nona rok
Sumber: Nenabuj

Pakaian adat Maluku selanjutnya adalah Baju Nona Rok. Baju adat ini dipakai khusus untuk wanita.

Baju Nona Rok terdiri dari kebaya putih dengan lengan panjang berbahan brokat sebagai atasannya. Untuk bawahan, kain sarung berwarna merah dan bercorak bunga lazim digunakan wanita adat Maluku.

Pakaian ini biasa dipakai oleh wanita dari kalangan tertentu seperti guru, wanita kerajaan, atau para bangsawan dengan berbagai aksesoris. Diantaranya adalah ikat pinggang berwarna perak yang bernama pading, konde bulan, dan juga sepatu pantofel dengan kaos kaki berwarna putih.


Kebaya Putih Tangan Panjang dan Kain Silungkang

kebaya putih maluku
Sumber: tereoct

Seperti namanya, pakaian adat Maluku satu ini terdiri dari kebaya lengan panjang yang berwarna putih. Kebaya ini berbahan brokat dilengkapi kancing berwarna emas.

Sebelum memakai kebaya putih ini, wanita adat Maluku memakai Cole sebagai baju dalaman. Cole ini adalah kutang berwarna putih yang memiliki lengan hingga siku. Cole juga diberi kancing di bagian depan serta renda di bagian atasnya.

Sedangkan untuk bawahannya memakai kain Silungkang berwarna merah dengan corak bunga-bunga emas. Serta tidak ketinggalan Canela atau alas kaki berupa slop yang memiliki corak serupa dengan kainnya. Biasanya wanita maluku menggunakan kaos kaki putih panjang ketika menggunakan canela.


Kebaya Hitam Gereja

Kebaya hitam Gereja juga menjadi salah satu baju adat untuk wanita Maluku. Kebayanya berbahan serupa dengan kebaya putih lengan panjang, hanya warnanya saja yang berbeda.

Pakaian adat ini menggunakan sarung atau kain tenun sebagai bawahannya. Serta beberapa aksesoris pelengkap seperti sanggul bulan lengkap dengan tusuk konde. Sebagai ciri ada Maluku, wanita melengkapi penampilan mereka dengan kain lenso, canela hitam dan kaos kaki putih.


Baniang Putih

baniang putih

Baniang Putih merupakan pakaian yang memiliki bentuk seperti kemeja leher bundar dengan kancing putih. Pakaian ini dipakai oleh laki-laki Maluku sebagai baju dalam Kebaya Pesta.

Pakaian adat ini hanya dipakai oleh masyarakat yang berasal dari Maluku Tengah.


Kebaya Dansa

Pakaian ini merupakan pakaian adat yang biasa digunakan dalam menghadiri pesta rakyat atau perayaan adat lainnya. Kebaya Dansa berupa kemeja tanpa kancing dengan leher bundar.

Pakaian ini dipakai hanya oleh laki-laki adat Maluku. Sedangkan, para kaum wanita akan memakai Pakaian adat Baju Nona Rok ketika menghadiri pesta.


Nah, itulah nama-nama pakaian adat Maluku yang ternyata memiliki kegunaannya masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia begitu kaya dengan kebudayaannya, bahkan di setiap daerah.

Mari kita lestarikan budaya-budaya negeri ini. Sebab, kalau bukan kita, siapa lagi?

6 thoughts on “Pakaian Adat Maluku”

    • Sama banget kak! Ku juga pengen banget ke sana. Apalagi kalo liat vlog orang yang lagi trip ke Indonesia Timur, makin penasaran sama keindahan alam dan budaya di sana. Apa daya belum ada kesempatan buat lihat langsung

Leave a Comment