Pakaian Adat Lampung

Pakaian adat Lampung – Lampung adalah sebuah Provinsi yang berada di paling selatan Pulau Sumatera, Indonesia. Provinsi ini beribukotakan Bandar Lampung dengan penduduk sekitar 8.205.141 jiwa yang tersebar di 2 Kota dan 15 Kabupaten.

Menilik letak Geografis, Provinsi Lampung memiliki luas 35.376,50 km². Lampung berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sebelah barat, di sebelah timur dengan Laut Jawa, di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatera Selatan.

Lampung merupakan provinsi multietnis dengan 3 besar suku mayoritas, yaitu suku Jawa, Lampung, dan Sunda, dimana Suku Lampung adalah suku asli di provinsi ini.

Kehadiran suku Bali, Minangkabau, Sumatera Selatan, dan lain sebagainya turut menambah beragam kehidupan sosial yang ada di provinsi Lampung. Tidak mengherankan jika mengingat Lampung adalah provinsi yang memiliki garis pantai yang cukup panjang.

Baca juga: Pakaian Adat Jawa Tengah

Keberagaman etnis yang ada di daerah lampung sangat mempengaruhi kebudayaan yang berkembang di daerah ini. Mulai dari bahasa, kesenian, dan kebiasaan masyarakat sangat terpengaruh proses akulturasi beberapa suku.

Pakaian adat juga menjadi salah satu jenis contoh produk kebudayaan yang mengalami proses tersebut. Sebagai identitas daerah, pakaian adat Lampung menjadi sangat unik dengan segala jenis pakaian dan filosofinya masing-masing.

Berikut beberapa jenis pakaian adat Lampung beserta gambar dan penjelasannya.

1. Kalung Papan Jajar

 kalung papan jajar
stapico

Kalung Papan Jajar adalah perhiasan berupa kalung untuk melengkapi pakaian adat Lampung. Kalung ini berupa 3 lempengan perahu yang tersusun rapi ke bawah dan memiliki filosofi sebagai sebuah simbol kehidupan baru yang akan terus dijalani serta diwariskan turun-temurun.

2. Kalung Buah Jukum

kalung buah jukum

Perhiasan ini berupa sebuah kalung replika buah jukum menggantung yang tersusun indah. Kalung buah jukum dipakai sebagai perhiasan berdampingan dengan kalung papan jajar yang dipakai di pakaian adat lampung untuk laki-laki.

Wujud kalung ini lebih besar dibandingkan dengan kalung papan jajar. Kalung buah jukum bermakna sebuah doa agar kelak pengantin dapat segera memiliki anak yang baik.

3. Kalung Ringgit

Kalung Ringgit adalah perhiasan berupa kalung pada pakaian adat lampung yang dipakai oleh wanita. Kalung ini merupakan kalung dengan sembilan uang Ringgit.

4. Selempeng Pinang

Selempeng Pinang adalah perhiasan berupa kalung yang panjang terdiri dari rangkaian buah dan bunga. Kalung yang satu ini dipakai menyilang dari leher hingga bagian pinggang.

Selaras dengan kalung lainnya yang biasanya bernuansa keemasan, perhiasan ini jelas menambah kesan mewah pada bagian dada pemakainya.

5. Bulu Serti

Bulu Serti adalah sabuk pakaian adat lampung yang dipakai oleh laki-laki. Selain untuk mengencangkan ikat pinggang, Bulu serti juga dipakai untuk menaruh senjata tradisional Lampung yang bernama Terapang.

6. Gelang Burung, Gelang Kano dan Gelang Bibit

kalinna- gelang burung dan gelang kano
Gelang Burung dan Gelang Kano

Di bagian lengan, pakaian adat Lampung dilengkapi dengan perhiasan berupa 3 buah jenis gelang. Masing-masing gelang ini memiliki arti tersendiri.

Pertama, gelang yang dipakai paling atas adalah Gelang Burung. Gelang ini berbentuk burung garuda yang memiliki arti lambang negara Indonesia.

Gelang yang memiliki makna kehidupan panjang serta kekeluargaan yang kuat setelah melakukan pernikahan tersebut dipakai di kedua lengan oleh kedua pengantin.

Gelang kano dipakai persis dibawah gelang burung. Gelang ini berbentuk seperti ban serta memiliki arti sebuah harapan untuk menjadi lebih baik dan membatasi perbuatan yang buruk.

Yang terakhir adalah gelang bibit. Gelang ini dipakai setelah gelang kano. Seperti namanya, gelang ini memiliki makna agar pengantin cepat memiliki keturunan yang baik, serta dapat menjadi contoh yang baik pula di kehidupan bermasyarakat.

7. Siger

Kalinna- Mahkota Siger lampung

Siger adalah sebuah mahkota pada pakaian adat lampung yang dipakai oleh wanita. Selain menjadi ciri khas kebudayaan Lampung, mahkota besar berwarna emas ini adalah simbol dari 9 ruji yang menunjukkan 9 sungai yang dimiliki Provinsi Lampung.

  • Way Semangka,
  • Way Sunkai,
  • Way Mesuji,
  • Way Kanan,
  • Way Sekampung,
  • Way Seputih,
  • Way Abung Pareng,
  • Way Kanan,
  • Way Tulang Bawang.

8. Seraja Bulan

Seraja Bulan adalah mahkota-mahkota kecil yang beruji 3 di atas mahkota siger. Seraja bulan memiliki filosofi adanya 5 kerajaan yang menguasai Lampung yakni Ratu Dipuncak, Ratu Dipunggung, Ratu Dibelalau, Ratu Dipemanggilan, dan Ratu Darah Putih. Oleh sebab itu, Seraja Bulan hanya berjumlah 5 buah.

Lebih dari itu, makna jumlah 5 pada segara bulan juga berarti 5 pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Lampung yaitu rasa harga diri (piil pesengiti), terbuka dalam tanggapan (nemui nyimah), hidup bermasyarakat (nengah nyappur), bernama bergelar (juluk adek), dan juga gotong royong (sakai sembayan).

9. Suwal

Kalinna- perhiasan adat lampung

Suwal adalah hiasan yang dipasang di bagian belakang kepala di antara rambut dengan kuncir atau sanggul, dipakai oleh para wanita sebagai pelengkap siger.

Pakaian adat Lampung tidak hanya indah dan mewah, tetapi juga sarat dengan makna dan filosofi di setiap detailnya.

Hal ini membuktikan bahwa banyak sekali makna dan doa yang terus dititipkan oleh orang-orang terdahulu melalui kebudayaan.

Sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menjaga kelestarian budaya agar makna dan doa yang terkandung tidak hilang digerus zaman.

Leave a Comment