Pakaian Adat Kalimantan Barat

Pakaian Adat Kalimantan Barat – Kalimantan Barat merupakan sebuah provinsi yang terluas keempat di Indonesia yang memiliki ibu kota Pontianak. Provinsi ini terletak di bagian barat Pulau Kalimantan, berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak Malaysia, Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Karimata dan Semenanjung Malaysia.

Provinsi ini juga dikenal dengan provinsi seribu sungai mengingat kondisi alamnya yang dialiri ratusan sungai besar dengan seluruh anak sungainya.

Selain sebagai salah satu sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sungai-sungai ini juga menjadi urat nadi transportasi untuk baik untuk keluar, maupun menjangkau beberapa daerah yang tidak bisa dilewati jalur darat.

Jalur perairan ini pula yang menjadi gerbang masuk para pendatang dari luar negeri dahulu kala. Dengan kehadiran banyaknya pendatang, etnis dan suku penduduk di Kalimantan Barat menjadi sangat beragam. Hal ini, yang memberikan pengaruh terhadap kebudayaan di provinsi ini.

Beberapa kebudayaan dari suku asli Kalimantan Barat terlihat sangat khas dan mudah dikenali. Adalah Suku Dayak, penduduk pribumi Kalimantan yang sangat Identik dengan kebudayaan dan keseniannya. Banyak dari hasil kebudayaannya yang terkenal sampai ke seluruh Indonesia, salah satunya pakaian adat Suku Dayak.

Nah, artikel ini akan membahas beberapa pakaian adat dari Kalimantan Barat yang sayang untuk dilewatkan.

1. Pakaian Adat Untuk Laki-Laki Suku Dayak

Pakaian adat Kalimantan Barat

King Baba

Laki-laki Suku Dayak menggunakan pakaian yang bernama King Baba. Pakaian adat Kalimantan Barat ini berasal dari dua kata yaitu king yang berarti pakaian dan juga baba berarti laki-laki dalam bahasa dayak.

Pakaian ini dibuat dari kulit sebuah tanaman bernama ampuro atau biasa juga disebut kayu kapuro. Kayu ini merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki kandungan serat tinggi.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk membuat pakaian adat laki-laki suku dayak ini. Kulit kayu ampuro yang sudah dipisahkan dari pohonnya harus dipukul-pukul dengan alat seperti palu di dalam air hingga tersisa seratnya.

Ketika sudah lentur, serat kulit kayu ampuro dijemur dibawah sinar matahari untuk selanjutnya dihias dengan lukisan bercorak khas Suku Dayak.

Sedikit penjelasan tentang Lukisan Suku Dayak. Lukisan yang paling sering dijumpai adalah lukisan burung enggang. Pada kepercayaan yang berkembang di sana, burung enggang adalah simbol dari Matahala dan Pahotara penguasa alam atas.

Suku Dayak percaya, burung ini akan datang pada saat yang genting seperti perang. Maka dari itu banyak sekali ukiran dan lukisan berbentuk burung enggang ini.

Kembali ke pembahasan pakaian adat Kalimantan Barat. Setelah dihias dengan lukisan, serat kayu tersebut dibentuk menjadi seperti pakaian berbentuk mirip rompi dan juga penutup kaki. Laki-laki

Dayak juga akan menggunakan sebuah ikat kepala pada saat memakai pakaian adat mereka. Ikat kepala ini memiliki motif khas kalimantan barat dengan bulu burung enggang gading sebagai pemanisnya.

Selain itu, ada pula senjata tradisional yang akan dibawa pada saat memakai king baba. Senjata tradisional suku dayak tersebut bernama mandau.

2. Pakaian Adat Wanita Suku Dayak

Pakaian adat Kalimantan Barat

King Bibinge

Pakaian adat Kalimantan Barat untuk wanita disebut King Bibinge. Pakaian adat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pakaian adat laki-laki dayak secara bahan dan proses pembuatannya.

Namun, model pakaian untuk wanita terlihat lebih tertutup di bagian dada, menggunakan stagen, kain bawahan, serta diberi manik-manik.

Tidak hanya itu, wanita yang menggunakan King Bibinge juga akan melengkapi penampilan dengan beberapa aksesoris. Salah satunya adalah jarat tangan yang terbuat dari lilitan akar tanaman yang dipercaya oleh adat istiadat sebagai pencegah dari segala bencana.

Ada juga kalung yang dibuat dari akar kayu dan beberapa tulang hewan yang dipercaya dapat menjauhkan roh-roh halus yang datang mengganggu. Perhiasan-perhiasan ini tidak hanya kaya akan filosofinya, namun juga indah secara estetika.

Beberapa perhiasan yang berasal dari Kalimantan barat antara lain berbagai macam gelang seperti tjuk bulu tantawan, tajuk bulu area, galang pasan manik, galling gading dan lain-lain.

3. Pakaian Adat Melayu Sambas

Pakaian adat Kalimantan Barat
Fesyen Baju Moden

Teluk Belangan dan Cekak Musang

Pakaian adat suku melayu di Kalimantan barat memiliki kesamaan dengan pakaian adat yang ada di beberapa daerah melayu lainnya.

Pakaian adat ini biasa disebut teluk belanga dan cekak musang. Pakaian adat berlengan panjang dengan kain songket khas Kalimantan Barat. Biasanya para pria juga menggunakan kopiah berwarna hitam.Sedangkan untuk perempuan, pakaian adatnya cukup sederhana berupa baju panjang dengan bawahan kain tenunan.

Suku Melayu Sambas, pada zaman dahulu, merupakan sebuah kesultanan yang ada bersamaan dengan kerajaan Islam lainnya di Pulau Kalimantan. Pada sensus oleh BPS yang dilakukan pada tahun 2010, menyatakan bahwa suku ini adalah sub suku dari Suku Dayak.

Suku Melayu Sambas juga masih tergolong satu rumpun dengan suku melayu yang ada di Malaysia. Maka dari itu, secara sekilas pakaian adat mereka terlihat sama, meskipun pada kenyataannya memiliki karakteristik masing-masing.

4. Baju Pawang

Baju pawang merupakan salah satu pakaian adat kalimantan barat khususnya adat Melayu Sambas. Pakaian ini hanya dipakai oleh Basir (pemuka kepercayaan Kaharingan). Kaharingan adalah sebuah kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Sambas sebelum datangnya kerajaan Islam di Kalimantan.

Baju pawang juga dibuat dari serat pohon, pakaian adat ini dipakai pada saat upacara adat, penyampaian doa untuk perlindungan roh jahat, hujan dan mengobati orang yang sedang sakit.


Lengkap sudah pembahasan tentang pakaian adat di Kalimantan Barat. Sebuah kekayaan dan keunikan budaya yang sayang untuk kita lewatkan sebagai penduduk asli Indonesia.

Meskipun seiring perkembangan zaman yang sangat pesat, beberapa kebudayaan asli Indonesia mulai ditinggalkan oleh anak muda. Nah, sudah menjadi tugas kita memanfaatkan zaman yang serba canggih ini untuk memajukan kebudayaan di Indonesia.

2 thoughts on “Pakaian Adat Kalimantan Barat”

Leave a Comment