Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian Adat Jawa Timur – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki sejarah yang sangat panjang. Mulai dari pengaruh kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri hingga pada masa penjajahan. Pengaruh tersebut ternyata juga ikut memberi warna pada kebudayaan dan kesenian daerah ini.

Provinsi terpadat kedua di indonesia ini didiami dua suku besar yaitu Jawa dan Madura. Sehingga persebaran kebudayaannya pun juga ikut beragam. Sebab, setiap wilayah jadi memiliki referensinya masing-masing.

Seperti contoh, Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan. Sedangkan, pesisir utara Jawa Timur didominasi pengaruhi oleh kebudayaan Islam karena lima dari walisongo dimakamkan di daerah ini. Lalu, kawasan adat Tapal kuda dipengaruhi oleh Suku Madura beragama Islam. Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.

Keberagaman inilah yang membuat tiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal ini juga terjadi pada pakaian adat Jawa Timur yang mempunyai perbedaan yang menunjukan sebuah ciri adat di daerah tersebut.

Untuk lebih jelasnya, kita simak penjelasan tentang pakaian adat yang ada di Jawa Timur di bawah ini.


1. Pakaian Adat Pengantin Jawa Timur

Masyarakat Jawa Timur menggunakan pakaian adat ketika melangsungkan pesta pernikahan sebagai bagian dari identitas daerah kebanggaan mereka. Ternyata Provinsi Jawa Timur memiliki banyak sekali jenis pakaian adat yang dipakai ketika acara pernikahan. Beberapa pakaian adat pengantin Jawa Timur antara lain:

Baju Mantenan

baju mantenan jawa timur
Sumber: budayajawa.id

Seperti namanya, Baju Mantenan merupakan baju adat pernikahan dari Jawa Timur. Pakaian adat ini masih serupa dengan pakaian pernikahan adat jawa.

Dalam penggunaannya, ada beberapa aksesoris tambahan yang membedakan Baju Mantenan dengan pakaian pernikahan adat Jawa. Salah satu yang paling mencolok ialah penggunaan penutup kepala yang disebut odheng.

Selain itu, pria Jawa Timur juga membawa dhungket/tongkat dan juga kain berwarna merah hitam yang diselempangkan di bahu kanan ke kiri. Agar terlihat semakin gagah, pakaian pernikahan adat jawa timur ini akan ditambah sebuah arloji berantai keemasan.

Pengantin Jawa Timur juga akan menggunakan bunga melati sebagai aksesoris. Pada pria, bunga akan dikalungkan di dada, sedangkan bagi wanita bunga melati akan ditaruh di bagian sanggul.

Baca Juga: Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian Adat Pengantin Mojoputri Sekar Kedaton

Sumber: budayajawa.id

Pakaian Adat Pengantin Mojoputri Sekar Kedaton merupakan pakaian adat yang biasa digunakan di Jawa Timur khususnya daerah Mojokerto. Pakaian ini adalah rancangan hasil dari perpaduan peninggalan kerajaan Majapahit.

Hal ini terbukti dari sanggul yang digunakan oleh pengantin wanita memiliki bentuk yang serupa dengan salah satu relief Candi Panataran di Blitar. Bentuk kain dodot sinebab yang dipakai dan juga bentuk Mahkota Jamang mengambil contoh dari arca peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sekilas, Pakaian adat pengantin Mojoputri Sekar Kedaton memiliki tampilan yang serupa dengan pakaian adat pengantin di Jawa Tengah. Namun, pakaian ini memiliki motif khas Jawa Timuran dan warna yang sangat berbeda.

Motif Surya Gumelar berwarna emas berpadu dengan kain hijau pada dodot sinebab adalah ciri yang jelas membedakan pakaian ini dengan yang lainnya.

Untuk pengantin pria akan ditambahkan penutup kepala bernama Mahkuto Romo berwarna hitam dengan jamang kancing dan gelung bercorak Surya Binelah berwarna keemasan.

Pengantin Malang Keprabon

Pakaian Adat Pengantin Malang Keprabon mengadopsi beberapa gaya dan kebudayaan dari Kerajaan Singasari. Pakaian adat pengantin Jawa Timur ini memiliki warna perpaduan hijau, kuning dan orange.

Setelah ditelusuri, pakaian ini adalah hasil dari perpaduan beberapa kebudayaan seni yang berkembang dari kepercayaan Hindu, Jawa dan Budha.

Pakaian adat pengantin Malang Keprabon untuk wanita terdiri dari kain panjang yang biasa disebut Nyamping Tumpal dengan kain dodot bercorak Taman Sari.

Selain itu, pengantin wanita juga menggunakan beberapa perhiasan untuk memperindah tampilan seperti:

  • Pending emas di bagian pinggang,
  • Kelat bahu,
  • Gelang kono,
  • Irisan daun pandan dan rangkaian melati menggantung pada pinggang,
  • Kembang goyang berbentuk bunga teratai,
  • Jamaus Urna yang dipasang pada rambut,
  • Subang Kundala,
  • Kalung Hara besar dan kecil,
  • Penetep Puspa Padma dipasang di tengah sanggul dan Sekar Tanjung.

Sedangkan pengantin pria akan menggunakan celana panjang bermotif Tumpal Malangan ditambah dengan dodot Taman Sari yang disebut Projo Gumelar bagi pria.

Pakaian pengantin pria juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris seperti:

  • Sumping permata di atas kedua telinga,
  • Kalung kece,
  • Kalung sulur,
  • Sabuk tiumang berbentuk segi empat,
  • Boro-boro,
  • Kelat bahu,
  • Gelang,
  • Binggel pada kaki,
  • Buntal soka,
  • Senjata tradisional (keris)
  • Kuluk makutho warna hitam sebagai penutup kepala.

Baju Pesa’an

Sumber: beritakalimantan.co

Baju Pesa’an merupakan salah satu pakaian adat Jawa Timur yang berasal dari daerah Madura. Pakaian adat ini terdiri dari baju longgar yang berwarna hitam dan juga celana gombrang yang disebut gomboran.

Pakaian adat dari Suku Madura ini sebenarnya ada juga yang berwarna putih, namun hanya dipakai oleh guru agama atau molang. Maka dari itu baju pesa’an lebih banyak yang berwarna hitam.

Warna hitam memiliki filosofi gagah berani dan pantang menyerah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Madura. Serta, baju pesa’an yang serba longgar dan sederhana bermakna kebebasan, sifat sederhana, dan sebuah keterbukaan masyarakat Madura.

Biasanya, pakaian tradisional ini dipadukan dengan kaos yang bermotif garis dengan warna merah hitam atau merah putih. Gaya kaos ini terpengaruh dari pakaian para pelaut Eropa. Namun demikian, bagi masyarakat Madura motif garis dan warna pada kaos memiliki makna tersendiri.

Garis dengan warna belang merah dan putih atau merah dan hitam bermakna sikap yang tegas khas orang Madura. Terlebih, warga Madura diharapkan memiliki semangat juang yang tinggi dalam mencapai tujuan mereka.


Pakaian Adat Jawa Timur untuk Cak dan Ning

Sumber: @haritsdarmawn

Pakaian adat ini biasa dipakai pada acara-acara formal. Cak dan Ning sendiri adalah sebutan bagi pemenang kontes duta daerah di Jawa Timur. Pada acara kontes seperti ini, Cak dan Ning bukan hanya di adu penampilannya tetapi juga kepintarannya.

Di sektor penampilan, Cak dan Ning akan memakai pakaian adat Jawa Timur yang biasa dipakai di acara formal.

Untuk Pria, bisa menggunakan sebuah setelan beskap jawa formal yang dipadukan dengan kain jarik di bagian pinggang. Sebagai alas kaki, mereka memakai terompah alas kaki tradisional dari Jawa Timur. Selain itu, Pakaian ini juga ditambahkan beberapa aksesoris khas bangsawan seperti arloji dan sapu tangan di saku bagian atas.

Khusus buat Ning, pakaian yang digunakan cukup sederhana yaitu atasan kebaya dengan kain jarik sebagai bawahannya. Tidak lupa kerudung dengan renda-renda digunakan sebagai penutup kepala.

Baca Juga: Pakaian Adat Papua


Aksesoris dan Senjata Tradisional Jawa Timur

Sumber: kerisku.id

1. Odheng Santapan dan Odheng Tapoghan

Keduanya adalah ikat kepala tradisional yang menjadi salah satu pelengkap pakaian adat Jawa Timur. Odheng Santapan dibuat dari kain batik bercorak Telaga Biru atau Storjoan berwarna merah. Odheng Santapan berbentuk segitiga dengan simpul di bagian belakang.

Odheng Tapoghan memiliki bentuk dan warna yang serupa dengan Odheng santapan. Hanya saja Odheng Tapoghan memiliki terbuat dari batik bercorak bunga atau lidah api. Keduanya dipakai khusus untuk pria.

2. Sabbuk Katemang Raja

Sabbuk Katemang Raja adalah ikat pinggang atau sabuk yang dipakai pada pakaian adat Jawa Timur. Sabuk ini dibuat dari kulit sapi. Sabbuk Katemang Raja biasanya berwarna coklat polos tanpa motif apapun. Sabuk ini juga biasa dikenal dengan nama sabbuk katemang kalep.

3. Terompah

Terompah ialah sebuah alas kaki dengan model seperti sandal yang terbuka di bagian ujung depan dan berbahan kulit sapi asli. Terompah memiliki tali di bagian belakang sebagai penjepit.

4. Senjata Tradisional Jawa Timur

Seperti daerah lainnya, Masyarakat Jawa Timur membawa senjata tradisional sebagai pelengkap penampilan ketika memakai pakaian adat. Berikut adalah nama-nama senjata tradisional yang ada di Jawa Timur:

  • Celurit atau sabit.
  • Piol.
  • Gobang.
  • Belati Cap Garpu.
  • Takabuan.
  • Lancor Ayam.
  • Calo Montor.

Itulah beberapa penjelasan mulai dari pakaian adat Jawa Timur, pakaian adat pengantinnya, hingga aksesoris pelengkapnya. Pakaian adat lebih dari hanya sekedar identitas pemakainya, tapi juga merupakan warisan dari nenek moyang bangsa ini.

Sudah sepantasnya kita generasi muda harus mempelajari dan melestarikan kekayaan kebudayaan yang dititipkan oleh pendahulu kita.

Leave a Comment