Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali – Bali adalah sebuah pulau yang terletak di tengah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang seolah tiada habisnya. Pulau Dewata menyajikan suguhan keindahan alam seperti sepotong surga yang jatuh ke dunia.

Mulai dari gunung dan dataran tinggi yang indah, pantai dengan pasir putih yang membentang, hingga keindahan bawah laut Pulau Bali yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Terletak di sebelah timur Pulau Jawa, Pulau Bali memiliki luas lebih dari 5.000 meter persegi. Bali juga memiliki penduduk yang ramah dan kental akan nuansa adat istiadat yang sangat dijaga oleh penduduknya. Tidak berlebihan kalau Bali menjadi tempat wisata favorit bagi turis domestik sampai mancanegara.

Nuansa kebudayaan adat Bali begitu kental terasa mengingat masyarakat di Bali masih sangat menjaga kelestarian budaya mereka. Mulai dari upacara adat yang tidak ditinggalkan, rumah adat, hingga yang menarik yaitu kebanyakan masyarakat Bali selalu menggunakan pakaian adat Bali dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada dasarnya masyarakat Bali tidak lepas dari pakaian adat mereka karena filosofi ajaran Sang Hyang Widhi, Dewa yang memberikan kegembiraan, kedamaian, dan keteduhan bagi umat Hindu.

Pakaian ini juga menjadi sebuah identitas bagi masyarakat setempat. Tidak jarang, para wisatawan yang berkunjung harus memakai pakaian adat Bali ketika memasuki beberapa tempat wisata yang dianggap suci oleh masyarakat Bali.

Bila kamu masih penasaran dengan pakaian adat Bali, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui jenis pakaian adat Bali beserta penjelasannya. Check this out!

Baju Safari

pakaian adat bali pria

Yang pertama adalah Baju Safari. Baju ini merupakan Baju adat Bali untuk pria. Memiliki berbentuk seperti kemeja biasa yang disertai kancing dan kerah kecil. Baju ini biasanya berwarna putih bersih dan dipadukan dengan kain sebagai bawahannya.

Udeng

pakaian adat bali dan keunikannya

Udeng adalah sebuah ikat kepala sebagai pelengkap pakaian adat Bali untuk pria. Penggunaan udeng dalam masyarakat bali memiliki makna pengendalian pikiran. Udeng dibagi beberapa jenis menurut pemakaiannya.

Udeng jejateran adalah ikat kepala yang biasa digunakan untuk beribadah ke pura ataupun kegiatan social sehari-hari.

Berbeda dengan Udeng Beblatukan, yang biasanya dipakai oleh pemimpin agama.

Sedangkan Udeng Kepang Dara adalah udeng yang dipakai oleh para raja yang memimpin.

Kamen

pakaian adat bali pria ke pura

Kamen adalah kain yang digunakan sebagai bawahan dari pakaian adat Bali. Kamen berbentuk serupa dengan sarung persegi panjang, akan tetapi terbuat dari bahan kain yang lebih tipis.

Cara menggunakan kamen sebagai baju adat Bali untuk pria dan wanita memiliki aturan yang berbeda.

Bagi pria, mereka akan menggunakan 2 lembar kain sebagai bawahan. Nah, bagian dalam kain inilah yang disebut dengan kamen, sedangkan kain bagian luar disebut saput.

Kedua kain ini diikatkan dengan sebuah selendang di bagian pinggang untuk menjaga agar kain tidak lepas saat dipakai. Untuk selanjutnya kain dibuat simpul dibagian depan.

Sedangkan pada wanita, kain kamen hanya diikatkan melingkar di bagian pinggang dan dikencangkan dengan sebuah selendang.

Kebaya Bali

pakaian adat bali wanita

Tidak hanya di daerah Jawa, Kebaya juga menjadi baju adat Bali. Memang terlihat identik kebaya Jawa dan kebaya Bali, akan tetapi Kebaya Bali memiliki perbedaan yang khas.

Pada kebaya Bali, bagian lengan dan bahu dibuat terbuka berbeda dengan Kebaya Jawa. Perbedaan yang tidak kalah khas adalah kebaya Bali adanya sabuk yang melingkar di daerah dada.

Kebaya menjadi pakaian adat Bali saat menghadiri acara yang bersifat resmi seperti upacara adat, hari raya, pesta pernikahan, dan juga ritual kepercayaan lainnya.

Selendang Bali

pakaian adat bali wanita

Selendang sudah menjadi padanan sejati untuk wanita yang memakai pakaian adat Bali. Hal ini dikarenakan wanita bali sering menggunakannya pada keseharian mereka atau pun saat melakukan ritual keagamaan.

Selain sebagai pembatas tubuh, selendang bagi wanita di Bali memiliki filosofi sebagai pembenaran.

Artinya, wanita sebagai pembenar atau pengajar yang baik ketika keluarga mereka melakukan sesuatu hal yang buruk. Inilah yang mendasari masyarakat Bali untuk tetap menggunakannya.

Bahkan di beberapa tempat wisata yang kamu kunjungi, pengelola tempat wisata menyediakan selendang bagi para wisatawan dalam rangka menghormati budaya dan tempat tersebut.

Sanggul (Pusung)

pakaian adat bali wanita

Sanggul atau biasa disebut pusung adalah hiasan kepala sebagai pelengkap baju adat yang dipakai oleh wanita di Bali.

Bentuknya berbeda dengan sanggul yang bisa kita temui di Jawa tengah ataupun Yogyakarta, Pusung memiliki bentuk unik yang melancip ke atas.

Dalam penggunaannya, sanggul ini dibagi menjadi dua macam yaitu pusung gonjer dan pusung kepupu.

Yang membedakannya adalah pengguna pusung gonjer adalah wanita bali yang masih lajang dan belum menikah. Sedangkan pusung kepupu dipakai oleh wanita yang berstatus janda.

Dengan segala keindahan budaya yang masih sangat dijaga oleh masyarakatnya, tidak heran Pulau Bali selalu menjadi magnet bagi para wisatawan. Pengalaman yang berharga apabila dapat berlibur di Bali dan menikmati kebudayaannya sambil menggunakan pakaian adat Bali.

Habis sudah pembahasan kali ini tentang pakaian adat bali lengkap dengan penjelasannya. Kamu bisa klik di sini untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia lainnya.

 

Leave a Comment